Agak deg degan dan excited ketika ibu fasil menyampaikan materi dan mengarahkan para bunda pembelajar untuk berdiskusi mengeluarkan pendapatnya (kita semua saling berbagi ilmu dan belajar). Masha Allah ternyata banyak bunda-bunda hebat dalam kelas ini, saya dapat melihatnya dari tanggapan dan pengalaman yang dibagikan oleh mereka. Salut. Aku mah apa. Jadi saya tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini untuk belajar dari mereka semua.
IIP membuka pembelajaran dengan materi mengenai Adab Menuntut Ilmu. Hal yang belum pernah terfikirkan oleh saya sebelumnya, betapa pentingnya adab ini sebelum kita memulai untuk menuntut ilmu. Kata-kata berikut yang membuat saya merenung, apakah selama ini saya menuntut ilmu sudah dengan niat dan adab yang baik? Saya kutip beberapa saja, kata-kata yang paling saya suka dari materi kelas Matrikulasi yang disusun oleh tim IIP:
"Barangsiapa yang menuntut ilmu, semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, tidak akan bermanfaat baginya. Namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya, karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU" (materi martikulasiIIP batch#5,2018)
Silahkan kita renungkan apakah selama ini dalam menuntut ilmu masih dipenuhi dengan ambisi saja atau sudah meniatkan untuk mengamalkannya kemudian hari agar bermanfaat khususnya untuk kita sendiri dan juga untuk orang-orang sekitar kita. Kenapa kita perlu paham adabnya dulu? agar kita selaku penuntut ilmu lebih memiliki etika atau tatakrama sehingga saat menuntut ilmu terjalinnya hubungan yang baik antara kita, Sang Maha Pemilik Ilmu, guru, maupun teman-teman sesama penuntut ilmu, termasuk ilmu itu sendiri. heuumm...
Apa saja Adab menuntut ilmu tersebut? Tim IIP membaginya kedalam tiga hal, Adab terhadap diri sendiri selaku penuntut ilmu, Adab terhadap guru (orang yang membagi ilmu), dan Adab terhadap ilmu itu sendiri.
Kalau dijabarkan akan panjang, intinya saya belajar untuk mengutamakan Adab terlebih dahulu sebelum menuntut ilmu, insha Allah dengan adab yang baik ilmu tersebut akan bermanfaat bagi kita dikemudian hari, tentunya dengan niat untuk diamalkan.
Harapannya dengan para ibu pembelajar belajar tentang Adab, dapat menularkan pula Adab yang baik kepada anak-anaknya. Karena sejatinya Adab itu ditularkan, dan tidak bisa diajarkan.
Selanjutnya ibu fasil menugaskan NHW kepada kami. NHW tersebut berupa beberapa pertanyaan, yang mengarahkan setiap ibu pembelajar untuk benar-benar mengenal dirinya dalam mencari tujuan dan misi hidupnya kedepan. Kami diarahkan untuk menentukan satu jurusan di dalam Universitas Kehidupan ini, yang akan kami pelajari. Bukan hal yang mudah untuk menentukan satu hal saja, apalagi bagi saya yang sering loncat-loncat dan senang banyak hal, tapi jadinya justru tidak fokus, tidak ada yang benar-benar ditekuni.
Apa pentingnya kita menentukan jurusan yang akan kita tekuni di universitas kehidupan ini? karena ilmu yang kita temukan dengan pertimbangan yang matang, akan membawa kita untuk menemukan peran hidup kita dimuka bumi ini. Seperti yang bu Septi (founder IIP) pernah bilang bahwa kesuksesan itu gak ada yang setengah-setengah, kita harus fokus dan menjalaninya dengan percaya diri untuk mencapai kesuksesan tersebut.
Yuk, Bismillah kita lebih semangat untuk terus belajar di Universitas Kehidupan ini. Tentukan satu hal yang ingin kita tekuni, dan jalani dengan fokus, pantang menyerah, dan percaya diri. TEntunya dengan memahami adab menuntut ilmu terlebih dahulu, agar ilmu yang kita dapat akan bermanfaat. Seperti yang bu Septi (2018) pernah bilang juga "Menuntut ilmu adalah proses kita untuk meningkatkan kemuliaan hidup, maka carilah dengan cara yang mulia".
Sumber: Materi #1 Kelas Matrikulasi IIP Batch #5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar